KitaBantu Indonesia

Karena Kita Percaya

Kenapa (menggunakan layanan di) KitaBantu.IN?

3 min read
Kitabantu Indonesia

Ya! Setidaknya ada 2 (dua) pertanyaan; Kenapa KitaBantu.IN? Pertama, kenapa (membantu orang di) KitaBantu.IN? Kedua, kenapa konsep KitaBantu.IN berbeda dengan kebanyakan lembaga pengumpulan uang dan barang (donasi)? Ketiga, apa maksud KitaBantu Indonesia pada KitaBantu.IN?

Jangankan Anda pembaca sekalian, Kami pun awalnya bingung, tapi akhirnya menjadi terang benderang setelah mendengar penjelasannya, mau ikut? Yuk!

Pertama; Kenapa membantu orang di KitaBantu.IN? Bukan membantu orang “lewat” KitaBantu.IN. Jawabannya sederhana: Karena bantuan yang Anda berikan diterima langsung oleh yang membutuhkan, tidak melalui KitaBantu.IN, baik itu rekening ataupun depo barang KitaBantu.IN. Semua langsung ke pihak yang mengajukan bantuan. Tidak ada potongan Rp 1-pun dari pihak KitaBantu.IN! Bahasa preman-nya; “KitaBantu.IN atau Yayasan CBS, tidak cari makan dari dana-dana bantuan”.

Sisi edukasi yang ingin disampaikan disini menyasar pada 3 (tiga) pihak. Pertama: Pihak yang mengajukan bantuan. Kedua: Pihak yang memberi bantuan. Ketiga: Penyelenggara program bantuan/mediator.

Bagi pihak yang mengajukan bantuan, ‘dididik’ untuk mengajukan bantuan sesuai kebutuhan, mereka harus bisa menaksir; “berapa siy yang saya butuhkan?” Kalaupun mungkin bantuan yang diterima tidak mencapai kebutuhan, setidaknya mereka mengajukan sesuai yang dibutuhkan. Mereka juga ‘dituntut’ untuk mempertanggung jawabkan bantuan yang mereka terima dengan memberi laporan langsung pada para donatur. Media sosial adalah sarana dan jawaban untuk memberi laporan, jadi tidak harus satu per satu, terlebih bila nilai bantuannya relatif kecil. Jadi, mereka bisa menaksir dan mereka mempertanggungjawabkan langsung bantuan yang mereka terima.

Oh ya, nilai bantuan yang bisa diberikan melalui KitaBantu.IN adalah mulai dari Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah). Nilai ini sesuai dengan nilain minimal transfer antar rekening bank. Pada bank tertentu, membebaskan biaya transfer, baik sesama bank maupun beda bank.

Bagi pihak yang memberi bantuan, pertama “dimudahkan” dengan nilai nominal bantuan yang bisa diberikan seperti diinformasikan diatas. Kedua, mereka berhubungan langsung dengan penerima bantuan, tidak melalui perantara dan bantuan yang diberikan juga tidak dipotong untuk “jasa” perantara. Dengan konsep ini, Rp 100,000,- bisa untuk membantu dan memberi manfaat bagi 10 (sepuluh) orang!

Bagi pihak penyelenggara program, pertama dituntut kreatifitas yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang jelas dimana posisinya, darimana sumber dana operasionalnya dan kemana belanja bantuan yang diterima bila menerima bantuannya.

Kami di KitaBantu.IN menyadari sepenuhnya, bahwa kegiatan membantu sesama adalah kewajiban sebagai insan Pancasila yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa; Kami juga paham dan sadar bahwa semua itu ada pertanggung jawabannya kelak. Kalopun bisa lolos dari jerat hukum dunia, akan ada hukum akhirat yang tidak meleset sedikitpun.

Dengan jabaran diatas, rasanya menjawab pertanyaan kedua dan ketiga. Bahwa:

Konsep KitaBantu.IN berbeda karena belajar dari pengalaman lembaga pengumpul uang dan barang lain yang seringkali terjerumus pada kenikmatan dunia namun lupa ada akhirat yang akan meminta pertanggung jawabannya kelak.

Maksud membantu Indonesia? Sederhananya, membantu orang Indonesia, juga membantu bangsa Indonesia. Baik bantuan langsung berupa uang maupun barang, juga kontribusi sistem dan manajemen organisasi pengumpul bantuan.

Tentu konsep ini masih jauh dari sempurna dan tidak ada sedikitpun niatan untuk menyerang orang, lembaga atau kelompok yang bergerak didunia sejenis, TIDAK! KitaBantu.IN hanya menawarkan konsep alternatif bagi pihak penerima, pemberi maupun lembaga pengelolanya, itu saja, tidak lebih.

Semoga artikel ini bisa memberi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan diatas. Sengaja formatnya Kami masukkan dalam blog, agar penjelasannya bisa poin per poin. Meskipun tidak Anda bisa memberikan komentar pada artikel ini, bukan berarti Kami tidak menerima masukan. Kami lebih suka dan menghargai masukan langsung pada Kami melalui saluran yang ada, eh siapatau masukan dari Anda bisa menjadi awal kolaborasi kita. Kami tunggu masukan dari Anda.